Showing posts with label reality bites. Show all posts
Showing posts with label reality bites. Show all posts

Friday, April 25, 2008

dpr lembaga yang terhormat

whoa! satu lagi alasan brilian dari para anggota dewan yang terhormat untuk menolak kantornya dioprek2 kpk.

hahaha... pak, pak, mbok ya situ sekali2 sadar, eling, sober, or whatever the term is... secara lembaga sih mestinya dpr memang menjadi lembaga terhormat yang menampung dan menyalurkan aspirasi rakyat. eh tapi coba diingat2 lagi pak, itu artinya tidak sama lho dengan menampung dan menyalurkan uang rakyat untuk modal belanja istri2 bapak2 anggota lembaga yang terhormat.

anyways (duh, saya selalu kesusahan mencari padanan kata anyways dalam bahasa indonesia)... itu kan kalau bicara tentang seharusnya secara lembaga, tapi kan belum tentu juga dooong orang2 di dalamnya dijamin berkelakuan secara terhormat, meskipun seharusnya sih begitu ya...

yaaah gak usah lah kita bicara soal perilaku menyimpang yang sepertinya cukup banyak diderita anggota lembaga yang terhormat itu, seperti kecintaan yang berlebihan terhadap uang atau terhadap pelacur (tadinya sih saya mau menyebut perempuan, tapi mengingat kelakuan mereka yang konon katanya hobi mencari wanita penghibur, a.k.a pelacur, terutama saat 'studi banding' di luar negeri, jadi rasa2nya pilihan kata itu yang paling tepat mewakili)... kita coba bicara soal pekerjaan mereka saja, siapa tahu ada yang memang benar2 terhormat adanya...

hmmmm... setelah berpikir beberapa menit dengan tingkat konsentrasi yang cukup tinggi, ternyata saya belum berhasil mendapatkan hal2 positif dari mereka. yang bermunculan di kepala malah berbagai cerita yang pernah saya dengar saat anggota2 itu mengadakan kunjungan yang terhormat di berbagai penjuru dunia. dan dari berbagai cerita itu, bisa ditarik kesimpulan yang sama dari tiap kunjungan mereka, yaitu malu2in!! waduh, waduh, kalau sudah begini bagaimana mau dibilang terhormat, pak?

kadang sempat juga terlintas ide di kepala, lucu juga kali ya kalau cerita2 dari berbagai penjuru dunia itu dikumpulkan dan dituangkan dalam sebuah buku berjudul 'mati ketawa ala senayan'... eh jangan deh, sepertinya lebih cocok kalau diberi judul 'mati geli ala senayan'... hahaha.

duh, maaf ya pak, bukan maksud saya melecehkan lembaga yang terhormat tempat bapak2 bekerja. saya akui lembaganya terhormat kok pak, sumpah pak!!! yang tidak terhormat cuma bapak2 kok...

Wednesday, February 20, 2008

one word for bank niaga: dang!!!

dan hari ini saya ngebela2in balik lagi ke bank niaga untuk mengganti password. si kasir baru bilang kalau maksimal password 6 digit. ingat ya, maksimal katanya. dan saya buatlah password saya berjumlah 5 digit.

barusan saya coba akses e-banking niaga, dan... masih salah!!!!!!!!!!

Tuesday, February 19, 2008

bank niaga sucks big time! (and the story continues)

batas satu jam yang tadi disebut oleh customer service bank niaga sudah lewat. saya pun kembali berusaha mengakses e-banking niaga. kali ini saya benar2 berhati2, terutama saat mengetikkan password yang diminta.

Hnah!!! sepertinya saya mulai bisa mengidentifikasi apa masalah sebenarnya. tadi siang, sebelum membuat password baru di keyboard kasir bank, saya bertanya pada sang kasir mengenai ketentuan membuat password. tentu maksud saya di sini adalah berapa jumlah karakter minimal/maksimal dan mungkin aturan2 lainnya. si kasir bilang bebas saja. dan saya pun mengetikkan password pilihan saya di keyboard itu tanpa bisa mengecek monitor komputer (secara itu sebetulnya keyboard dan monitor kasir yang terletak di bawah meja. dan keyboard dipaksakan diangkat sedikit ke atas agar nasabah bisa mengetikkan password... profesional bangetlah pokoknya)

setelah dilihat2, sepertinya masalahnya ada di jumlah karakter password. kebetulan password yang saya ketikkan berjumlah 9 karakter. dan ketika tadi saya perhatikan dengan hati2 saat mengetikkan password di halaman situs e-banking, ternyata setiap saya ketikkan password, hanya bisa memunculkan 8 karakter! wtf?!! alamat besok harus kembali ke bank niaga. shit.

saat menulis ini kebetulan saya juga mengaktifkan ym dengan status: bank niaga dodol! dan tidak lama kemudian, pada saat yang bersamaan, muncullah 2 orang teman yang menyapa:

teman1: hahaha kenapa dengan bank naga?
teman1: iya tuh gw juga pernah kasus
saya: kutu kupret tu e-banking nya
teman1: brengsek kali bah
saya: kasus knapa lo?
teman1: bener bgt
teman1: masa gw transfer seminggu blom nyampe
teman1: tiap gw ke call center jawabannya saammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmaaaaaaaaaaaaaaaaa ajaaaaaa
saya: apa jawabannya?
teman1: "oh iya pak.. kami sedang buat laporannya
teman1: itu aja tiap hari
teman1: akhirnya gw minta balik uangnya
teman1: huh
***

teman2: knp jg udah 2 org ngeluh ttg bank niaga hr ini?
saya: ada keluhan paan lagi?

teman2: salah satu share holder gw yg sahamnya 21%
teman2: ngajuin kredit ke bank niaga
teman2: gak di approve dgn alesan 21% tdk bs dianggep owner
teman2: cm staff biasa
teman2: BOK????
saya: hahahahahahaa
teman2: 21% dari xx M?
teman2: total modal?
teman2: mana ada staff punya duit segitu?
teman2: dasar dodol emang

***

Hahaha... jadi ternyata memang bukan berita baru kalau bank itu hobi menyusahkan nasabah2nya. untuk bank niaga, moga2 bisa lebih bagus ya layanannya. kalau memang belum siap memberi kenyamanan lewat e-banking ya lebih baik tidak usah dulu. masa sih hanya untuk urusan mengaktifkan e-banking, saya harus bolak-balik mendatangi bank itu?

bank niaga sucks big time!

beberapa hari yang lalu saya membuka rekening baru di bank niaga. sebuah bank yang sebelumnya tak pernah terlintas di otak saya untuk membuka rekening di situ. tapi berhubung saat ini diketahui bahwa rekening paypal indonesia sudah bisa diverifikasi hanya melalui visa elektron bank niaga tanpa harus memiliki kartu kredit, maka saya memutuskan untuk membuka rekening di sana.

konon, berdasarkan pengalaman orang2 yang sudah berhasil memverifikasi rekening paypal-nya dengan menggunakan kartu niaga, kita bisa memperoleh 4 digit angka verifikasi paypal setelah mendaftarkan rekening niaga kita di paypal. dan melalui akses e-banking, 4 digit itu bisa segera kita peroleh dalam hitungan menit saat kita mengakses rekening kita melalui website.

entah sedang apes atau memang ketololan pribadi, saya mengalami kesulitan mengakses e-banking niaga. rabu minggu lalu saya membuka rekening bank sekaligus diberi amplop berisi password untuk mengakses e-banking. senin kemarin saya kembali ke bank niaga untuk mengambil kartu atm, dan berharap sesampainya di rumah nanti saya bisa langsung memverifikasi rekening paypal.

tapi apa yang terjadi? ternyata saya belum bisa mengakses e-banking niaga karena pihak bank belum mengirim user id saya melalui imel. dan siang tadi saya menanyakan hal tersebut melalui telepon. ternyata oh ternyata, mereka mempunyai sistem baru, sistem sangat baru!

dengan sistem baru itu, password yang sudah diberikan kemarin dinyatakan tidak bisa dipakai, karena saat ini pengisian password awal harus dilakukan langsung oleh nasabah di bank secara langsung!! ok, dengan sangat terpaksa, saya pun segera menuju bank niaga untuk mendapatkan password baru dan user id. semua berjalan lancar. saya sudah memasukkan password pilihan saya dan mereka akan segera mengirim user id melalui imel.

beberapa saat yang lalu akhirnya saya menerima imel tersebut, dan yups akhirnya saya mempunyai user id dan password secara lengkap untuk bisa segera mengakses e-banking. tapi...
ternyata saya terlalu banyak berharap untuk bisa mendapatkan kelancaran akses tersebut. damn!!!

setelah memasukkan user id dan password, muncul pemberitahuan bahwa user id/password yang saya masukkan salah. saya coba3 kali lagi, sambil berpikir dalam hati, 'keknya bakal diblokir nih'. dan benarlah apa yang saya kuatirkan, user id saya diblokir. dang!!!

saya pun mencoba menghubungi 14041 untuk menanyakan itu. telefon pertama gagal, tidak ada yang menerim telefon saya. dan masuklah saya ke blog ini untuk meluapkan kekesalan.

barusan saya kembali mencoba 14041, kali ini saya cukup beruntung karena ada yang menerima telefon saya. inti dari percakapan di telefon -- plus waktu menunggu -- yang menghabiskan pulsa hp saya selama 8 menit itu adalah mereka akan kembali mengaktifkan akses e-banking saya. dan baru 1 jam lagi saya bisa mengaksesnya. kalau pun ternyata setelah itu user id dan password saya masih dinyatakan salah, besok saya harus kembali lagi ke bank niaga tempat saya membuka rekening untuk memastikan kebenaran dan kecocokan dua benda ajaib itu.

semoga satu jam lagi saya sudah bisa mengakses e-banking niaga dan tidak lagi menemui masalah2 gak penting.

Tuesday, February 12, 2008

para anggota dewan yang ter...

... bodoh?
... kurang kerjaan?
... mata duitan?

agak takjub juga saya ketika membaca sebuah berita di milis tentang rencana memasukkan sebuah pasal dalam uu lalu lintas dan angkutan jalan yang akan mengharuskan pengendara sepeda untuk memiliki SIM. komentar pertama yang terlintas dalam otak saya hanyalah: whatthefuck??!!! (pardon my french, please)

tadinya saya sempat berpikir, mungkin yang diharuskan memiliki SIM adalah pengendara becak, kendaraan umum tidak bermotor yang notabene sudah dilarang beredar di jalan2 besar. tapi setelah membaca kutipan berikut ini, saya jadi ragu (meskipun tetap berharap semoga saya hanya salah menginterpretasikan kalimat itu):

"Aturan baru berlalu lintas sedang digodok Komisi V (Bidang Perhubungan) DPR. Salah satunya aturan kepemilikan surat izin mengemudi (SIM) bagi pengguna sepeda, kusir delman, dan pengayuh becak. Jika semua fraksi partai politik setuju, aturan itu akan diberlakukan secara nasional. "Saat ini dalam tahap mencari masukan dari berbagai pihak," ujar anggota Komisi V Abdullah Azwar Anas kemarin (10/2)...

Selama ini UU Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan belum mengatur pengguna sepeda dan becak secara spesifik. "Naskah revisinya dari pemerintah. SIM untuk sepeda itu hanya salah satu pasal baru," ujar Anas. Aturan hukum bagi pengayuh becak selama ini diberlakukan secara lokal oleh sebagian pemerintah daerah.

...

Anggota Komisi V Abdul Hakim menambahkan, di Indonesia SIM hanya sebagai alat legitimasi secara ekonomis. Yakni, pemasukan pajak sebesar-besarnya. "Harus ada aturan baru yang menjamin keamanan setiap pemilik SIM, baik pengguna kendaraan bermotor maupun tidak bermotor," katanya.

...."

mungkin pengetahuan saya masih sangat terbatas, tidak seperti para anggota dewan yang sudah berkeliling dunia mengadakan studi banding, tapi dari yang saya lihat selama ini belum ada negara yang mewajibkan pengendara sepeda untuk memiliki SIM. tapi bukan berarti tidak ada ketentuan yang mengatur cara berlalu lintas bagi para pengemudi sepeda. juga bukan berarti para pesepeda itu dapat bebas melanggar aturan lalu lintas tanpa bisa dikenakan denda. semua tetap ada aturan dan hukuman bagi pelanggarnya. tapi ya bukan berarti mengharuskan pengendara sepeda untuk memiliki SIM kan?

hmmm, saya jadi penasaran, apa lagi yang sedang dipikirkan pecundang2 terhormat yang berkantor di senayan itu.

Wednesday, January 16, 2008

oknum bkn yang brengsek...

barusan saya mendapat sms dari seorang teman yang membantu pengurusan cuti di luar tanggungan yang saya ajukan: "BKN minta duit 100 dolar untuk dibagi2 ke 4 orang. tadi gw kesana krn infonya surat cuti lo keselip. thx."

WHATTEFUCK??!!! saya terlalu emosi membacanya, sampai2 saya perlu waktu beberapa menit untuk menenangkan diri agar tidak terlalu kasar saat membalas sms, karena kasihan pada teman saya.

akhirnya saya mengirim sms balasan ke teman saya: "bilangin de ke org BKN, emang dikira gampang nyari duit 100 dolar. jgn mentang2 idupnya susah jadi pns brarti boleh nodong orang seenaknya."

saya sungguh2 berharap teman saya akan menyampaikan itu ke manusia2 kardus di BKN. seenaknya saja memeras orang untuk pekerjaan yang seharusnya mereka kerjakan dengan baik. berani2an memasang tarif dalam dolar. bayangkan, dalam dolar!!! may you fucking rot in hell!!!!!!

Monday, January 07, 2008

keramahan yang berlebih

satu hal yang cukup mengganggu saat kita masuk ke sebuah pertokoan adalah keramahan yang berlebihan. "silakan, ada yang bisa dibantu?" atau "mau cari apa?" adalah dua contoh sapaan standar tak perlu yang sering kita dengar.

kalau boleh kurang ajar, mungkin saya akan menyaut "mbak mau bantu saya? gimana kalo mbak tutup mulut dan menyingkir dari penglihatan saya, itu pasti sangat membantu" atau "yang pasti bukan mencari mbak!". untung saya masih cukup sopan, sehingga yang terlontar dari mulut saya hanyalah, "makasih mbak, mau liat2 aja".

serba salah memang jadi penjaga toko. terlalu ramah diprotes, terlalu jutek apalagi. buat saya, kedua hal itu sangat mengganggu. kalau boleh usul, mereka seharusnya berprinsip "i'm nonexistent until i'm needed".

sedikit sadis memang, tapi sepertinya lebih baik begitu. mereka cukup berdiri di tempat2 yang strategis, tutup mulut dengan setelan tersenyum, dan hanya menyapa kalau si pengunjung bertanya kepadanya. gak perlulah mereka mengajukan pertanyaan basa-basi yang mengganggu itu dan kemudian mengikuti si pengunjung. kayak gak ada kerjaan lain aja.

salah satu contoh toko yang penjaganya berlebihan adalah ace hardware yang baru dibuka di bilangan permata hijau. untuk ukuran toko yang tak seberapa besar, ace sepertinya mempekerjakan seribu penjaga toko yang tersebar berdiri dimana2 dan rajin memberikan sapaan2 gak penting.

dibalik keramahan yang berlebihan itu, ternyata masih ada juga penjaganya yang tidak bisa memberi jawaban cerdas ketika kita mengomentari wc-nya yang baunya amit2. "mungkin itu obat pembersihnya yang gak bagus, jadi baunya gak enak".

sampai di situ jawaban dia masih bagus. dan seharusnya cukup berhenti di situ dan, meskipun dengan tetap tersenyum dan berusaha terlihat ramah, jangan dilanjutkan lagi dengan, "yaah, maklum deh mbak, namanya juga tempat umum. jadi wajar aja kalau suka bau begitu. terima aja apa adanya."

ealah mbak, mbak, situ sih maennya cuma ke terminal bus yang wc umumnya emang bau terus, jadi emang udah biasa.

Thursday, December 13, 2007

mari berbahasa inggris (yang baik dan benar)

semakin banyaknya orang yang mencampur pemakaian bahasa inggris dalam percakapan berbahasa indonesia kadang membuat saya minder, meski kadang juga bangga. bagaimana tidak, bukankah itu berarti semakin banyak orang indonesia yang bisa (maaf saya tidak menggunakan kata pandai) berbahasa inggris.

lalu apa yang membuat minder? yaitu ketika orang yang terdengar fasih berbahasa inggris, tiba2 mengucapkan sesuatu yang rasa2nya, seingat saya saat belajar bahasa inggris tingkat dasar dulu, mestinya tidak begitu. membuat saya berpikir bahwa mungkin saya yang salah, mengingat saya tidak terbiasa berucap bahasa inggris dalam percakapan sehari2.

sebagai contoh, saat menonton sebuah tayangan tv (acara gosipkah?), seorang perempuan membeberkan masalah hak asuh anaknya dalam bahasa indonesia yang sesekali diselingi kata-kata inggris. tidak masalah sebetulnya, sampai kemudian si perempuan berkata,"sebagai wanita tentu saya ingin bisa take care him." uhmmm, bukankah seharusnya "take care OF him?"

contoh lain, masih di tv, adalah ketika seorang reporter acara hiburan mewawancarai, kalau tidak salah, seorang DJ atau manajer sebuah klub di luar negeri. aksen dan pengucapan bahasa inggris si reporter bisa dibilang lumayanlah, sampai dia bertanya,"when is this club have been exist?" kalimat itu sempat membuat saya ragu, dia yang ngaco atau saya yang kurang menguasai tatabahasa bahasa inggris?

kesalahan2 seperti itu (kalau memang bener itu salah) ternyata tidak hanya terjadi secara lisan. beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah selebaran tentang acara yang diselenggarakan sebuah sma swasta khusus laki2 di daerah brawijaya. di sana tertulis: "sma pangudi luhur present...." sempat saya baca beberapa kali kalimat itu untuk mencari kata "and" agar bisa membenarkan penggunaan kata "present" tanpa diikuti huruf "s" setelah "t".

contoh terbaru adalah pagi ini saat saya membuka koran pagi. di salah satu halamannya, terdapat sebuah iklan hotel Ritz Carlton sebesar 1/2 halaman koran, lengkap dengan tampilan gambar ruangan mewah dan keterangannya. tapi ada sebuah kalimat singkat dalam gambar itu yang mengundang pertanyaan: "Pacific Place Ballroom, capacity 10.000 person."

manakah yang benar, person atau persons? atau mungkin memang saya yang salah, mohon maaf dan tolong dikoreksi kalau begitu.

sebetulnya saya tidak sedang mencari2 kesalahan atau pembenaran. silakan saja kalau orang mau mencampur2 penggunaan 2 bahasa dalam percakapannya. yang terpenting, gunakanlah bahasa dan tatabahasanya secara baik dan benar, baik untuk bahasa indonesia maupun inggris. paling tidak biar gak malu2inlah.

tapi biasanya akan ada yang berkelit: "kalau takut malu, kapan bisanya? kan itung2 sekalian belajar." nah kalau ini lain urusan. mbok ya kalau mau belajar jangan setengah2. sekalian gunakan kalimat lengkap dalam bahasa inggris. lah wong masih belajar aja kok berani2an mencampur2 bahasa. (mending juga nyampur minuman!)

Wednesday, September 19, 2007

mohon maaf

sebelumnya (atau mestinya sesudahnya?), saya mau minta maaf kepada pekerja, pemilik, pemegang saham, atau apa pun status dari toko kue yang pernah saya tulis di blog ini. tepatnya entry tanggal 13 agustus 2007.

ternyata cukup banyak orang yang mengetik nama toko kue tersebut di google yang kemudian sampai di halaman blog ini.

sama sekali tidak ada maksud menjelek2an, karena emang bener ada kecoanya kok. anggap aja kritik membangun yang berpotensi menjatuhkan, just like two sides of a coin :D

sekali lagi, maap yaaa...

Wednesday, September 12, 2007

kebodohan yang brutal

coba simak cuplikan berita di bawah ini:

"Metrotvnews.com, Jakarta: Rapat Paripurna DPRD Jakarta kemarin mensahkan Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum (KU) Provinsi DKI Jakarta. Larangan bagi warga untuk tinggal di kolong tol juga menjadi salah satu isi perda tersebut.

Perda baru itu juga melarang warga berdagang di kaki lima. Warga yang melanggar akan dikenai sanksi denda Rp 50 juta atau enam bulan kurungan. Tidak hanya itu. Sanksi denda juga akan dikenakan bagi pembeli yang bertransaksi di daerah terlarang.

Sanksi serupa juga diberikan kepada pengamen, gelandangan serta pengemis yang sifatnya mengganggu ketertiban umum. Larangan tersebut berlaku terutama di lokasi atau tempat umum, seperti di perempatan jalan, stasiun, terminal, pelabuhan, pasar, pusat perbelanjaan dan lokasi strategis lainnya. Yang dikenai denda bukan hanya pengamen dan pengemis, juga warga yang memberikan uang kepada mereka."

***

benar2 sebuah kebodohan yang sangat brutal, menurut saya. mbok ya kalau berani melarang ya berani memberi solusi juga gitu lho.

kalau untuk larangan tinggal di kolong tol, saya masih bisa mengerti karena itu memang cukup riskan dan berbahaya. lagipula, toh sudah diusahakan solusinya dengan membangun rusun yang bisa disewa oleh warga, terlepas dari pro-kontra mengenai masalah itu. yang penting masih ada usaha untuk menawarkan solusi.

nah, kalau untuk larangan berjualan kaki lima dan larangan mengemis, mengamen, bahkan memberi uang kepada mereka, saya benar2 tidak mengerti.

atau jangan2 dprd sudah punya solusinya ya, yaitu dengan merelakan setengah dari gaji, tunjangan, dan berbagai fasilitas yang mereka dapat setiap bulannya untuk dipotong dan dikelola sehingga dapat membuka lapangan kerja baru bagi para pengamen dan pengemis itu. wah betapa mulianya hati para bapak dan ibu anggota dprd yang terhormat itu.

kalau begitu adanya, saya tidak jadi menganggap mereka memiliki tingkat kebodohan dengan level brutal.

Monday, September 03, 2007

pecahan 10.000 dan 100.000

sebetulnya ide siapa sih itu membuat warna untuk uang kertas 10.000 mirip2 dengan 100.000?

jangan2 itu yang ngasih ide dan yang menyetujui ide sama2 buta warna tapi sama2 gengsi untuk mengakui kalau mereka buta warna. jadi deh dua2nya sama2 bilang,"wah iya, itu warnanya keliatan beda banget kok ya dibilang hampir sama. buta warna kali tuh yang bilang sama!".

Monday, August 13, 2007

cake shop dan kecoa

buat yang sering melintas di jalan hang tuah, kebayoran baru, mungkin cukup sering juga melihat, bahkan mampir ke toko kue yang sepertinya juga berkonsep coffee shop.

saya sendiri baru kali ini mampir dan menyadari ada sebuah toko kue di daerah itu, karena kebetulan ibu saya bermaksud membeli kue. konon katanya kue2 di situ terkenal enak rasanya.

memasuki pintu depan toko kue yang menurut saya terlihat cukup rapi dan mewah itu kita disambut dengan seekor kecoa yang melintas dengan santai di dalam toko. saya pun segera melaporkan ke seorang mbak penjaga toko yang ternyata hanya mengucapkan terima kasih tanpa kemudian mengambil tindakan apa2.

beberapa menit kemudian si kecoa kembali melintas di tengah toko menuju meja displai kue. sayapun segera memberitahu si mbak yang kebetulan juga melintas berbarengan dengan si kecoa. si kecoa pun mati diinjak si mbak. kemudian si almarhum dibiarkan beberapa menit tergeletak di sebuah sudut dekat meja displai makanan.

ketika si mbak muncul kembali dengan tisue di tangan untuk membuang si almarhum, seekor kecoa lain melintas lagi di tengah toko. ealaaaahh!!!

setelah urusan membeli kue selesai, di pintu depan si mbak dengan ramahnya mengucapkan terima kasih dan maaf. saya pun membalasnya dengan senyum. sama2 mbak, tapi kayaknya saya mikir2 dulu deh untuk kembali ke sini. kalau mau ketemu kecoa juga mah mending sekalian aja makan di pinggir jalan.

Friday, May 11, 2007

blogger brengsek?!

apa iya sekarang bahasa yang ada di halaman blogger disesuaikan dengan bahasa setempat sesuai saat dimana blogger itu dibuka?

kalau iya, blogger memang brengsek!

atau saya aja yang gaptek? saat ini semua petunjuk di blogger yang sedang saya buka ini menggunakan bahasa setempat. bagaimana cara mengubahnya ke dalam bahasa inggris? bisakah?

dasar blogger brengsek!